Langsung ke konten utama

Disable Instalasi Program Windows

Untuk komputer yang dipakai bersama pernakah anda kesal ketika tiba-tiba sudah ada game yang tidak anda kehendaki terinstall dalam komputer? Sebenarnya jalan keluar paling cepat adalah uninstall saja game tersebut. Tapi apakah persoalan selesai? Bagaimana kalau orang iseng menginstall-nya lagi? Lebih celaka lagi jika sebuah komputer sering di-install dan uninstall maka akan selalu minggalkan file-file sampah sebagai sisa-sisa uninstall. Sampah-sampah ini biasanya tertinggal dalam folder temporary, prefetch, program files dan yang paling susah dibersihkan plus yang paling besar pengaruh jeleknya jika sampah ini menumpuk dalam registry.

Jika komputer dipakai bersama dan anda tidak ingin seseorang menginstall program sembarangan, maka anda bisa menutup jalan instalasi dalam computer anda. Dua cara yang paling manjur untuk digunakan adalah mencegah instalasi lewat registry editor dan melalui group policy editor. Namun jika anda pemula maka saya anjurkan menggunakan group policy dengan alasan dalam group policy tidak ada istilah salah setting. Tetapi pada registry editor kesalahan setting bisa berakibat fatal dan akibat yang paling besar adalah sistem operasi tidak bisa jalan artinya computer tidak bisa digunakan lagi kecuali perbaikan sistem operasi.
Berikut ini cara-cara mencegah instalasi siluman yang tidak dikehendaki;

1.klik[start]lalupilih[Run…]
2.padajendela [Run…] ketik gpedit.msc lalu tekan [Enter] pada keyboard
3.GroupPolicy yang akan digunakan adalah Computer Configuration
4. buka [Administrative Templates]
5. Buka [Windows Components]
6. Buka [Windows Installer]
7. Cari dan klik satu kali tulisan [Disable Windows Installer]
8. pada kolom tengah klik tulisan berwarna biru [Properties]
9. Dari jendela [Disable Windows Installer…] dibawah tab [Settings] klik [Enable]
10. Pada pilihan kolom [Disable Windows Installer] klik tanda drop down dan pilih [Always] laluklik [Ok]
11. Cari dan klik satu kali tulisan [Prohibit User Installs]
12. pada kolom tengah klik tulisan berwarna biru [Properties]
13. Dari jendela [Prohibit User Installs] dibawah tab [Settings] klik [Enable]
14. Pada pilihan kolom [User Installs Behavior] klik tanda drop down dan pilih [Prohibit User Installs] laluklik [Ok]
Kalau tadi kita bekerja pada [Computer Configuration] sekarang kita pindah ke [User Configuration]
1. Buka [Administrative Templates]
2. Buka [Windows Components]
3. Buka [Windows Installer]
4. Cari dan klik satu kali tulisan [Always Install with elevated privileges]
5. pada kolom tengah klik tulisan berwarna biru [Properties]
6. Dari jendela [Always Install with elevated privileges] dibawah tab [Settings] klik [Enable] laluklik [Ok]
7. Cari dan klik satu kali tulisan [Prevent removable media source for any install]
8. Pada kolom tengah klik tulisan berwarna biru [Properties]
9. Dari jendela [Prevent removable media source for any install] dibawah tab [Settings] klik [Enable] laluklik [Ok]
Nah untuk sementa instalasi siluman dari orang lain yang tidak anda kehendaki lumayan aman dengan catatan penggun a lain tidak mengetahui trik ini. Tetapi jika pengguna lain tahu trik ini anda masih bisa memilih beberapa jenis keamanan komputer yang telah dibahas sebelumnya.
Catatanpribadi;
Trik ini hanya digunakan jika user account kompter hanya satu yaitu Administrator account saja tetapi jika anda telah membatasi hak akses user melalui user limited maka tips keamanan ini tidak perlu dilakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan CHAP dan PAP

Pada saat kita membuka pengaturan pada modem mungkin menemukan CHAP dengan PAP, lalu apa perbedaannya? Apa CHAP dan PAP tersebut mempengaruhi koneksi kita? Apa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah penjelsannya tentang masing-masing tersebut 1. CHAP Challenge Handshake Authentication Protocol (CHAP) merupakan salah satu protokol Point -to-Point yang menyediakan layanan otentikasi dengan menggunakan suatu identifier yang berubah-ubah dan suatu variabel challenge. CHAP digunakan secara periodik untuk memverifikasi pengguna atau host network menggunakan suatu metode yang dinamakan 3-way handshake . Proses ini dilakukan selama inisialisasi link establishment. Dan sewaktu-waktu bisa saja diulang setelah hubungan telah terbentuk. Berikut di bawah ini proses yang terjadi pada protokol CHAP : Setelah fase link establishment selesai, otentikator mengirimkan sebuah pesan challenge ke peer atau pasangan usernya. Peer meresponnya dengan menghitung suatu...

Mengenal PIN dan PUK 1 ataupun 2

  Mungkin diantara anda ada yang sudah mengenal apa yang dimaksud dengan PIN, PIN2, dan PUK. Ya, adalah berupa digit angka yang berhubungan dengan keamanan dalam hal ini berhubungan dengan ponsel.  Biasanya anda diminta konfirmasai untuk PIN yang anda buat dengan memasukkan kembali berikutnya untuk memastikan kebenarannya. Arti dari ketiga istilah tersebut adalah sbb: PIN (Personal Identity Number) adalah 4-8 digit kode akses yang dapat digunakan untuk mengamankan telepon Anda dari penggunaan. PIN2 (Personal Identity Number 2) adalah 4-8 digit kode akses yang dapat digunakan untuk mengakses memori prioritas nomor dan biaya panggilan. PUK (Personal Unblocking Key) dan PUK2 digunakan untuk membuka PIN dan PIN 2 kode masing-masing jika kartu SIM Anda diblokir. Ketika anda mengaktifkan PIN, maka ponsel anda aman dari tangan lain -selama hanya anda yang tahu nomor PIN anda. Ketika anda ingin mengaktifkan fitur layanan di ponsel anda, maka anda menggunakan PIN...

Perbandingan MD5 dan SHA

Nah, pada penulisan saya yang sekarang ini akan membahas dan membandingkan MD5 dengan SHA-1, tapi sebelumnya kita kenalan dulu sama krptografi... hehe.. Kriptografi (cryptography) berasal dari bahasa Yunani yaitu cryptos artinya rahasia (secret) dan graphein artinya tulisan (writing). Jadi kriptografi berarti tulisan rahasia (secret writing). Kriptografi tidak hanya ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, nirpenyangkalan, otentikasi tetapi juga sekumpulan teknik yang berguna. Berdasarkan kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi, kriptografi dapat dibedakan lagi menjadi kriptografi kunci simetri dan kriptografi kunci asimetri. Pada sistem kriptografi kunci simetri, kunci untuk enkripsi sama dengan kunci untuk dekripsi. Jika kunci untuk enkripsi tidak sama dengan kunci untuk dekripsi, maka dinamakan sistem kriptografi asimetri. Nah, didalam kriptografi ini, terdapat fungs...